Pemkot Cilegon Buka Seleksi Pimpinan Baznas, 10 Kandidat Bakal Disaring

Oleh: Langit Cilegon
14 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana akan membuka seleksi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon periode 2027-2032.


 
Ketua Tim Pansel seleksi Baznas Cilegon, Aziz Setia Ade Putra mengatakan, mengatakan panitia seleksi (pansel) telah melakukan rapat persiapan untuk menentukan mekanisme, jadwal hingga dokumen pendaftaran calon pimpinan BAZNAS.

Pansel tersebut terdiri dari tiga orang, yakni dirinya sebagai ketua, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon, serta akademisi Doktor Syaeful Bahri.

“Pansel sendiri ada tiga saya sendiri sebagai Ketua, Kepala Kemenag Cilegon, dari Akademisi Syaeful Bahri,” kata Ahmad Aziz, Jumat 9 Oktober 2026.

Kata dia, proses pendaftaran akan dilakukan secara digital melalui aplikasi yang akan dikoordinasikan dengan Kementerian Agama.

“Untuk pendaftaran kita melalui aplikasi yang akan kita kordinasi dengan Kementerian Agama, semua berbasis digital,” ujarnya.

Berbeda dengan proses seleksi sebelumnya, kali ini peserta akan menjalani CAT. Selain itu, terdapat seleksi administrasi, pembuatan makalah dan wawancara.

Ahmad Aziz menjelaskan, penerapan CAT tersebut merupakan bagian dari ketentuan dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 10. Tahun sebelumnya, tahapan CAT belum diterapkan dalam seleksi pimpinan BAZNAS Cilegon.

“Yang menarik dari pansel yang lain, ada cat. Tahun kemarin ga ada CAT. Akan dilaksanakan di MAN 2,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu tim panitia seleksi pimpinan Baznas, Syaeful Bahri mengungkapkan, Pemerintah Kota Cilegon mulai menyiapkan proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon periode 2027-2032.

“Seleksi kali ini dipastikan lebih ketat karena calon peserta akan menghadapi sejumlah tahapan, termasuk Computer Assisted Test (CAT), penyusunan makalah hingga wawancara.


Menurutnya, MAN 2 Cilegon dipilih karena memiliki fasilitas laboratorium komputer yang dinilai memadai untuk pelaksanaan CAT. Peserta juga diwajibkan membuat makalah. Bahkan, proses penilaian makalah dan wawancara akan dilakukan secara bersama oleh seluruh anggota pansel.

“Kenapa pake cat? Karena peraturan dari mentri agama nomor 10 harus ada cat, harus penulisan makalah kalau 5 tahun yang lalu, pimpinan Baznas tidak ada seleksi, makalah. Dan ini harus ada seleksi makalah dan seleksi wawancara harus sama kita bertiga (pansel-red),” katanya.

Dari seluruh peserta yang mengikuti rangkaian seleksi, pansel nantinya akan menetapkan 10 kandidat untuk diteruskan ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia.

“Yang membedakan lagi? Setelah itu harus 10. Pansel harus melahirkan 10 kandidat. Dari 10 kandidat ini baru nanti diserahkan ke Baznas RI untuk dilakukan uji publik oleh Baznas RI,” ujarnya.

Setelah mendapatkan rekomendasi dari BAZNAS RI, barulah lima orang pimpinan BAZNAS Kota Cilegon ditetapkan oleh Wali Kota Cilegon untuk masa jabatan 2027-2032.

“Dari 10 orang ini nanti akan diusulkan ke pak Wali, kemudian diusulkan ke BAZNAS pusat untuk mendapatkan rekomendasi dari pusat setelah itu baru ditetapkan oleh Walikota sebanyak lima orang pimpinan BAZNAS periode 2027-2032,” jelas Syaeful.

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR