Kota Cilegon, (LC)- Terduga pelaku pembunuh bocah di Kota Cilegon yang terjadi pada Desember 2025 lalu, sempat membobol brankas, namun tidak terjadi.
Informasi yang berhasil dihimpun, maling tersebut menjalankan aksinya yang kedua kali di wilayah Pabuaran, Kota Cilegon.
Rumah yang disatroni oleh maling tersebut adalah mantan anggota DPRD Cilegon. Kakak pemilik rumah yang disatroni maling tersebut, membenarkan adanya maling brangkas.
“Iya benar, adik saya seluruh keluarga ada di Serpong, Tangerang. Kemudian pembantu ada dirumah, telepon, sekuriti juga hendak persiapan sholat Jumat,”kata Hayati Nufus, Jumat, 2 Desember 2026.
Ia menuturkan, pembantu mengabarkan ada maling yang masuk ke rumah dan membawa brangkas. Namun tidak kuat dan digeletakan di jalan.
“Setelah mendapat kabar tersebut, saya pulang bersama dengan aparat kepolisian dan bersama warga juga Polri, kami tangkap maling tersebut yang sembunyi di kolong mobil,” ujarnya.
Ia yang juga menjabat sebagai Kepala DPMPTSP menambahkan, kejadian maling brangkas terhadap adiknya itu kedua kali. Dimana pada Minggu, 28 Desember 2025, namun gagal dibawa.
“Pelaku membawa sejumlah jam tangan berbagai merk terkenal,” tuturnya.
Baca Juga :
https://langitcilegon.id/breaking-news-terduga-pelaku-pembunuhan-bocah-di-kota-cilegon-tertangkap/
https://langitcilegon.id/cuaca-ekstrem-awal-tahun-2026-cilegon-darurat-banjir/
Sementara itu, ketua RW 03 RT 06, Hamdi, Pabuaran Kecamatan Cilegon, mengatakan, dirinya mendapat laporan dari warga bahwa ada maling masuk ke rumah kosong.
“Rumahnya Pak mantan dewan, saya datang setelah dapat laporan dan saya intip. Benar saja ada orang berpakaian hitam didalam lagi bawa brangkas,”ucapnya.
Kemudian, ujar dia, dirinya komunikasi dengan Babinsa dan warga lainnya. Agar jangan terlalu dekat ke rumah.
“Karena saya melihat maling itu bawa senjata. Terus bersama warga lainnya kami kepung maling itu dan akhirnya tertangkap,” ungkap Hamdi.
Ia menambahkan, terduga maling tersebut dibawa oleh aparat kepolisian dari Polda. Bahkan dirinya sempat menanyakan keterkaitan kasus yang terjadi pada Desember lalu.
“Pelakunya tinggal di bumi Rakata dan ngontrak jadi warga disitu. Saya sempat nanya tadi, gimana pak, terus dari Polda bilang ini kasusnya sempat mendekati,”kata Hamdi.
“Dan hampir sama yang di BBS bulan Desember itu, rumah kosong mewah dan brangkas. Silahkan di proses pak,”sambung Hamdi.
(Mang Jeo-Red)***
