Kota Cilegon, (LC)- Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Cilegon di bentuk dengan tujuan untuk membantu BPBD dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah Kota Cilegon.
Hal itu dikatakan oleh kepala Pelaksana BPBD Cilegon, Suhendi disela-sela deklarasi FPRB Kota Cilegon serta masukan program kerja.
“Pengurangan Risiko Bencana adalah usaha sistematis untuk mengidentifikasi, mengkaji dan mengurangi risiko bencana dalam rangka mengurangi kerentanan-kerentanan sosial-ekonomi terhadap bencana dan menangani bahaya-bahaya lingkungan maupun bahaya-bahaya lainnya yang menimbulkan kerentanan,’kata Suhendi, Rabu, 18 Desember 2024.
Ia menuturkan, kegiatan pemilihan ketua FPRB masa periode 2024-2029 sudah dilakukan. Dimana, untuk ketua forum terpilih adalah Hasbi Sidik yang menjabat sebagai anggota DPRD Banten dari Dapil Kota Cilegon.
“FPRB ini, merupakan salah satu forum dimana tujuannya adalah guna mengatasi dan melakukan mitigasi bencana. November 2020 dibentuk, langsung dihadapkan pada kejadian Covid,”ujarnya.
Saat ini, untuk tingkat Kelurahan sudah dibentuk FPRB. Ke depan, nanti akan ada FPRB secara keseluruhan. Dengan harapan FPRB menjadi tangguh solid dan hebat.
“Ada 7 FPRB pada tingkat Kelurahan atau yang biasa disebut Desa Tangguh Bencana. 6 Kelurahan dibentuk oleh BNPB dan 1 Kelurahan dibentuk oleh BPBD Cilegon,”tuturnya.
BPBD Cilegon, ujar mantan Sekdis Dindikbud tersebut, selain sudah membentuk Kajian Resiko Bencana, pihaknya juga akan membuat dokumen Rencana Penanggulangan Bencana. Hal itu adalah lanjutan dari Kajian Resiko Bencana. Sehingga pada tahun depan, pihaknya akan menyusun Rencana Kontinjensi.
“Seluruh komponen harus berkomitmen. Karena untuk mengurangi risiko bencana yang ada dan mencegah terjadinya bencana baru. Kami akan melakukan kajian dan untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan keterlibatan dan kemitraan dari seluruh masyarakat,’ucapnya.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, antara lain, Membuat peta wilayah rawan bencana, Membangun bangunan tahan gempa, Memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Selain itu, beberapa langkah penting yang perlu dilakukan dalam persiapan siaga bencana, antara lain, Identifikasi Risiko dan Pemetaan Bahaya, Pengembangan Rencana Tanggap Darurat, Peningkatan Sistem Peringatan Dini, Kerjasama Antar Lembaga.,”ungkapnya. (Anto-Red)***
