Antisipasi Banjir, Ciwandan Butuh Sodetan Serta Pelebaran Jalan  Nasional

Oleh: Langit Cilegon
143 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)- Guna mengantisipasi banjir yang sering terjadi, wilayah Kecamatan Ciwandan membutuhkan jalur sodetan dan pelebaran jalan.

Hal ini dikatakan oleh Camat Ciwandan Agus Ariadi disela-sela menerima kunjungan Kepala Balai BPJN Banten Primawan Avicenna meninjau langsung penyebab banjir dua kali yang terjadi di wilayah Gunungsugih dan Kepuh.

 “Jadi, hasil tinjauan langsung ke lapangan, dimana kami mencatat ada beberapa titik kewenangan BPJN yang harus dilakukan langkah – Langkah antisipasi banjir. Salah satunya adalah melakunan penyodetan dan pelebaran drainase yang ada di kiri dan kanan jalan nasional,” katanya, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia menuturkan, selain penyodetan dan pelebaran drainase langkah yang akan dilakukan tambah Agus adalah menormalisasi drainase yang tertutup oleh tanah yang dilakukan masyarakat.

“Kami juga menemukan dan mencatat ada beberapa titik drainase yang tidak berfungsi karena di uruk oleh masyarakat dan rencananya itu akan di buka kembali sehingga dapat memecah air dari atas sehingga dapat meminimalisir banjir dilokasi tersebut,”ujarnya.

Gorong- gorong yang ada di sebelah kiri jalan nasional, kata dia,  sangat kecil sehingga ketika debit air tinggi tidak dapat menampung.

“Oleh karena itu kami menyarankan ke Kepala Balai memperlebar gorong-gorong supaya tidak terjadi banjir kembali,”katanya.

Hal yang sama dikatakan oleh tokoh masyarakat Gunung Sugih, Kasno. Ia berharap pemerintah ambil langkah untuk meminimalisir banjir di Kecamatan Ciwandan.

“Pemerintah Pusat dan Daerah agar segera mengambil langkah dan segera menangani persoalan banjir di Gunung Sugih. Karena disini banyak industri yang juga obyek vital kerap banjir,”ucapnya.

Guna meminimalisir banjir, ada tiga titik gorong – gorong yang harus dibenahi. Terutama gorong – gorong yang mengarah ke laut.Selain itu lanjutnya dari hulu juga perlu dibenahi agar air mengalir lancar ke laut.

“Jalanya air itu mulai pengabuan masuk ke wilayah Cilodan, Chandra Asri. Namun karena ada proyek di PT NSI air tersendat karena air tidak mengalir sehingga air masuk ke gambiran dan menyebabkan banjir. Kami sebagai masyarakat meminta pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah membenahi saluran air tersebut sehingga ke depannya tidak terjadi banjir di kawasan industri;”ungkapnya.

(Anto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR