(Bagian Pertama) “Masa Depan Pendidikan Indonesia Dalam Perspektif Sosiologi Di Era Revolusi Industri 4.0 “

Oleh: Langit Cilegon
219 views
A+A-
Reset

(Bagian Pertama)

Masa Depan Pendidikan Indonesia Dalam Perspektif Sosiologi Di Era Revolusi Industri 4.0

Oleh : Edi Muhammad Abduh Alhamidi, S.Sos, MM

Dosen FEB Universitas Bina Bangsa dan Pembina LPT NU Cilegon

  1. Pendahuluan

Manusia adalah makhluk sosial, yang tanpa kehadiran orang lain maka manusia tidak dapat berinteraksi dengan manusia lainnya. Dari sinilah bahwa manusia perlu adanya interaksi sosial yang merupakan kunci dari semua kehidupan sosial.

Kenapa? karena tanpa ada interaksi sosial tak mungkin ada kehidupan bersama. Interaksi sosial bukan hanya bertemu belaka namun berusaha menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. Pergaulan hidup baru akan terjadi apabila orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia bekerja sama, saling berbicara, menukar pengalaman/pikiran/pandangan, mengadakan persaingan, dan bahkan mengadakan pertikaian. Interaksi sosial, harus mencapai pada taraf reaksi pihak lain (si A ketemu si B, maka si B harus bereaksi untuk merespon si A).

Interaksi social membuat manusia terus berkembang melalui kehidupan bermsayarakat. Masyarakat adalah wadah yang dapat menampung kreativitas dan ide atau gagasan sehingga kemudian masyarakat tersebut memiliki karakteristik tertentu.

Masyarakat menurut Selo Soemardjan adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Sedangkan masyarakat menurut Ralph Linton adalah setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas.

Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan. Dalam masyarakat yang modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan.

1. Masyarakat Pedesaan

Masyarakat pedesaan yaitu Warga pedesaan, suatu masyarakat mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Berikut ini akan kami uraikan karakteristik.

masyarakat pedesaan dan perkotaan sebagai gambaran umum dalam menyikapi dinamika kehidupan di masyarakat.

Karakteristik masyarakat pedesaan, diantaranya :

* Perilaku homogen

* Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan

* Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status

* Banyak ritual dan nilai-nilai sacral

* Kolektivisme

* Sederhana

* Menjunjung tinggi “unggah-ungguh” atau kesopanan

* Perasaan “minder” terhadap orang kota

* Menghargai (“ngajeni”) orang lain

* Suka gotong-royong

* Demokratis

* Religius

2. Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan atau urban community adalah masyarakat kota yang tidak tertentu jumlah penduduknya. Tekanan pengertian “kota”, terletak pada sifat serta ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyrakat pedesaan.

Antara masyarakat pedesaan dan perkotaan terdapat perbedaan dalam perhatian, khususnya dalam keperluan hidup.

Karakteristik masyarakat perkotaan, diantaranya :

* Perilaku heterogen

* Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan

* Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi

* Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular

* Individualisme

* Kehidupan keagamaannya berkurang

* Tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.

* Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak

diperoleh warga kota.

* Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor

waktu bagi warga kotaPerubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh luar. (Bersambung/ Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR