Bau Zat Kimia Menyengat, Siswa SD Tembulun II Pulomerak Langsung Gunakan Masker

Oleh: Langit Cilegon
63 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)- Beredar informasi terkait adanya bau zat menyengat di wilayah Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Selasa, 31 Maret 2026.

Informasi tersebut muncul p[ertama kali melalui whatsapp grup disalah satu komunitas dan lansgung mendapat respon cepat dari anggotanya.

Dalam Wag tersebut, menerangkan bahwa seluruh warga Gunung Batur termasuk SD Tembulun II, mencium adanya zat menyengat dan diduga ada kebocoran dari pabrik yang ada di sekitar Kelurahan Gerem.

Kabid Penataan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup, Andi Rana ketika dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut.

“Iya benar, ada informasi dari Pak Kadis, bau zat menyengat diwilayah Gunung Batur. Termasuk SD Tembulun II. Kami siapkan tim untuk turun ke lokasi,”katanya melalui whatsapp.

Hal yang sama dikatakan oleh Lurah Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Fatoni. Menurutnya, bau zat kimia yang menyengat tersebut sampai ke sekolahyan.

“Iya, anak anak yang lagi kegiatan belajar mengajar juga mencium bau menyengat tersebut. Tapi sudah cepat mengenakkan masker,” ujarnya melalui telepon.

Ia menambahkan, bau menyengat terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.00-08.00 wib. Dan sekarang sudah berjalan normal.

“Kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Karena saat ini sudah normal. Anak-anak sudah dikasih masker dan tetap belajar. Kami masih memantau takut ada susulan bau yang menyengat. Kita komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait,”tuturnya.

Warga Mekarsari yang tidak mau disebutkan namanya, mengeluhkan adanya bau zat yang menyengat tersebut. Dimana, peran industry tidak memperhatikan dampak lingkungan.

“Kami hanya kebagian bau zat yang menyengat saja, tapi kompensasi lainnya tidak pernah kami terima. Kami prihatin dan menyayangkan sekali dari industry-industry yang berdekatan dengan perumahan warga, tidak ada kepedulian,”ungkapnya.

Sampai dengan berita ini tayang, DLH Kota Cilegon masih melakukan pemantauan dan belum memberikan update terkini.

(Anto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR