CILEGON, (LC)- Kota Cilegon yang dikenal dengan Kota Baja atau disebut juga dengan Kota Dollar, kini tengah dilanda cobaan.
Betapa tidak, dalam sehari sudah 3kali musibah melanda kota Cilegon diantaranya, Banjir, Tanah Longsor dan dugaan bocornya zat kimia pada salah satu industry.
BANJIR Di Ciwandan
Hujan yang turun di Kota Cilegon dan sekitarnya dengan intensitas sedang sejak pukul 03.00 sampai dengan pukul 08.00 wib, Sabtu, 31 Januari 2026.
Membuat sejumlah wilayah Kecamatan Ciwandan diterjang banjir kembali. Daerah langganan seperti jalan Ciwandan Anyer didepan koramil sudah mulai terendam.
Selain itu, Lingkungan Cilurah, Kelurahan Kepuh juga sudah muali terendam air dengan ketinggian 40 cm. Banjir juga terjadi di akses jalan Pangabuan PT NSI juga Chandra Asri Petrochemical.
Di Kelurahan Gunung Sugih tepatnya di lingkungan Gambiran juga terpantau diterjang banjir dengan ketinggian air sekitar 30 CM.
Informasi yang berhasil dihimpun, dugaan banjir karena selain intensitas hujan yang cukup tinggi, juga adanya air pasang dari laut (Rob).
Sehingga aliran air dari sungai yang menuju ke laut berbalik arah ke jalan-jalan serta dataran yang rendah.

TANAH LONGSOR Timpa SMPN 15
Akibat hujan deras dengan intensitas tinggi, membuat salah satu bukit di Kelurahan Gerem Kecamatan Gerogol, longsor.
Longsoran tersebut menimpa salah satu SMPN 15 yang baru selesai dibangun beberapa waktu lalu di Lingkungan Gerem Kawista, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol.
Berdasarkan video yang beredar di sejumlah media sosial, terlihat bagian belakang gedung sekolah tertimbun material tanah dan tembok beton. Akibat kejadian tersebut, atap serta beberapa ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi mengatakan pihaknya baru menerima laporan kejadian sekitar pukul 09.00 WIB.
“Awal laporan sekitar jam 09.00 WIB tadi. Kejadiannya di gedung baru SMP Negeri 15. Turap menimpa bagian belakang ruang kelas, tapi tidak seluruh ruangan,” ujar Suhendi.

Industry Zat Kimia Diduga Bocor
Kepulan asap yang berwarna kuning terlihat dicelah tangki di PT Vopak Terminal Merak yang berlokasi di Jalan Raya Merak, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Sabtu (31/1/2026).
Diduga tangki tersebut bocor dan membuang salah satu zat kimia. Dikabarkan puluhan warga sekitar terpapar dengan kondisi sesak napas.
Ia menuturkan, gas berwarna kuning pekat itu keluar dari tangki secara tiba-tiba, tanpa ada tanda-tanda sebelumnya seperti ledakan dan lainnya.
Wali Kota Cilegon Robinsar pastikan tidak ada kebocoran pada pipa maupun tangki yang ada di PT Vopak.
“Hasil dari sidak sementara, kami memastikan tidak ada kebocoran pipa atau pun kebocoran tangki,” kata Wali Kota Cilegon.
Robinsar juga menyampaikan, Pemkot Cilegon saat ini telah mengambil langkah untuk terus memantau dan mengawasi dengan menggunakan alat pengecekan kualitas udara.
“Kami sudah memasang alat pengecekan udara di empat titik, memastikan bahwa udara disekitar aman untuk masyarakat. Kita akan lihat juga hasilnya besok, karena 24 jam,” ujarnya.
Robinsar menyampaikan, 56 warga yang sesak napas akibat gas tersebut, telah ditangani oleh pihak puskesmas setampat.
“Tadi sudah ditangani di Puskesmas, ditindak lanjuti. Alhamdulillah sudah pulang ke rumah masing-masing,” ucapnya.
(Mang Jeo-Red)***
