CILEGON, (LC)- Pasukan kuning yang dimiiki oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Cilegon disebut kewalahan dalam menangani sampah yang ada di sekitaran Kota Cilegon.
Dimana, volume sampah mengalami kenaikan rata-rata mencapai 20 persen diberbagai Unit Pengelola Teknis se- Kota Cilegon.
Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengatakan, dari jumlah per hari, sampah yang diangkut mencapai 310 ton dan masuk ke TPSA Bagendung.
“Sebelum dan pasca lebaran sektar 5 hari, volume sampah mengalami kenaikan yang luar biasa menjadi 340-350 ton. Karena momen ramadan dan lebaran,”katanya, Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menuturkan, jumlah tersebut sangat relative dan musiman tiap tahun. Namun, bila ditelisik lebih lanjut, sebelum lebaran yang mengalami lonjakan.
“Bahkan pasukan kuning yang ada di lapangan sampai malam takbiran terus berupaya melakukan penarikan sampah dan membuangnya ke TPSA Bagendung,”ujarnya.
Untuk volume sampah yang mengalami kenaikan, ujar dia, bervariasi dan terjadi pada semua UPT. Dimana UPT 1, UPT 3 dan UPT 4, mengalami kenaikan.
“UPT 1 meliputi Cilegon Cibeber, UPT 3, meliputi Gerogol dan Pulomerak dan UPT 4 meliputi Jombang Purwakarta. Untuk sampah yang paling banyak jenisnya adalah organic, sementara untuk UPT 2, kebanyakan an organic, terutama para pemudik yang beristirahat di sepanjang JLS,”tuturnya.
Ia melanjutkan, saat ini pihaknya memiliki armada yang kurang memadai. Karena ada beberapa kendaraan yang batuk-batuk dan dinilai sudah tua serta butuh perawatan yang layak.
“Untuk armada yang kami miliki dumptruck jumlahnya 23 unit, ambronya 18 unit, pickup 15 unit, dan Cator (becak bermotor) sebanyak 51 unit. Kalau melihat jumlah atau volume sampah yang kami angkut memang kurang ideal,” ucapnya.
Begitupun dengan pasukan kuning, lanjut dia, yang dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup yang berjumlah sekitar 300 orang.
“Tim dilapangan juga sebetulnya kurang memadai dengan jumlah 300 orang. Oleh karena itu, kami minta kepada masyarakat Cilegon agar dapat membuang sampah tidak sembarangan,”ungkapnya.
(Anto-Red)***
