CILEGON, (LC)- Sejumlah Kelurahan mengeluhkan dana Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak kunjung cair. Padahal dana tersebut sangat dibutuhkan guna kelancaran operasional kendaraan di Kelurahan Se-Kota Cilegon.
Informasi yang berhasil dihimpun, akibat dana BBM yang tak kunjung cair, banyak kendaraan inventaris di Kelurahan terkesan kurang perawatan.
Bahkan beberapa kendaraan inventaris di kelurahan dikabarkan mengalami kehilangan roda depannya. Sehingga selain tidak berjalan maksimal, kendaraan tersebut terkesan mangkrak dan tidak optimal.
Padahal, kendaraan operasional berupa mobil tersebut merupakan salah satu usulan oleh Paguyuban Lurah beberapa tahun lalu dan menjadi kendaraan operasional hingga sekarang.
Sumber yang tidak mau disebut namanya mengatakan, dana operasional BBM yang diterima oleh Kelurahan sangat bervariasi nilainya. Mulai dari 5 bulan bahkan ada yang mengajukan sampai 6 bulan. Untuk estimasi rata-rata, per kelurahan sekitar Rp 3,5 juta.
“Kalau kami sudah 5 bulan tidak dicairkan dana operasional BBM, dengan rincian perbulan Rp 700.000. Sehingga kami mengalami kendala, apalagi BBM saat ini jenis pertamax mengalami kenaikan,”katanya yang minta tidak disebutkan identitasnya, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia menuturkan, kendaraan operasional Kelurahan sangat membantu untuk melayani masyarakat. Tidak jarang, kendaraan mobil yang digunakan juga mengangkut orang sakit dan melayani kebutuhan masyarakat lainnya.
“Kalau kendaraan operasional yang kami miliki, untuk kebutuhan warga. Pernah mengangkut orang sakit dan juga melayani masyarakat, bukan saja untuk operasional Kelurahan. Karena kami ke kantor punya sendiri,”ujarnya yang meminta namanya dirahasiakan.
Terpisah Sekretaris BPKPAD Ary Nurmastiana Ketika dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya mengutamakan pelayanan semisal Mobil Dinkes,Damkar, DLH dan juga Perkim.
“Sesuai surat edaran, sebetulnya untuk Eselon IV itu tidak ada mendapatkan mobil dinas, kecuali untuk yang pelayanan. Untuk pengajuan memang benar di BPKPAD, nanti kami akan koordinasikan,” tuturnya.
(Anto-Red)***
