Kota Cilegon, (LC)- Pemkot Cilegon, melalui Badan Perencanaan Pembangunan daerah Penelitian dan Pengembangan menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025- 2045.
Kegiatan Musrenbang RPJPD tersebut merupakan sebuah dokumen yang akan dijadikan sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan dua puluh tahun ke depan.
Terdapat mimpi besar yang dibahas disodorkan yakni menjadikan “Cilegon sebagai Gerbang Pulau Jawa yang Kolaboratif, Maju, Berkelanjutan dan Sejahtera”.
Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, bahwa Musrenbang RPJPD ini merupakan salah satu tahapan dari banyak tahapan dalam menyusun perencanaan jangka panjang.
Penyusunan rencana jangka panjang ini merupakan amanat dari Undang- undang nomor 23 tahun 2014, tentang pemerintahan daerah, bahwa seluruh kota, kabupaten dan provinsi diamanatkan untuk menyusun dokumen perencanaan pembangunan jangka Panjang.
“Dokumen RPJPD 2025-2045 merupakan perwujudan mimpi dari Kota Cilegon, untuk mewujudkan kota cilegon sebagai kota yang maju, berkelanjutan dan dapat bersaing secara global,’kata Helldy Agustian, Kamis, 14 Maret 2024.
Ia menuturkan, mimpi harus diwujudkan, dimana sumber daya manusia Kota Cilegon dapat berprestasi di level global.
“Mimpi dimana kesejahteraan dapat merata dan mimpi dimana Cilegon dapat menjadi kota industri hijau yang modern,” ujarnya.
Jika menyikapi isu nasional dalam RPJP Nasional, ujar dia, bahwa tantangan kedepan indonesia akan menghadapi megatren global.
“Dimana yang didorong disrupsi teknologi, strategi besar yang di perlukan adalah industrialisasi sebagai salah satu jawaban untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi,”tuturnya.
Helldy juga menjelaskan bahwa pertumbuhan industri manufaktur diharapkan bisa lebih tinggi sehingga kontribusinya terhadap industri manufaktur terhadap produk domestik bruto bisa mencapai 30 persen.
“Kota Cilegon sebagai pusat industri manufaktur dan kimia yang memainkan peran penting dalam perekonomian nasional,” ucapnya.
Fasilitas transportasi dan konektivitas yang baik, tutur dia, menjadikan kota ini simpul vital dalam rantai distribusi nasional.
“Namun, peran Cilegon sebagai pusat industri dan gerbang logistik juga memunculkan isu strategis terkait penataan wilayah,” tuturnya.
“Selanjutnya dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi yang pesat, untuk mewujudkan kemandirian fiskal Cilegon yang lebih optimal, maka diperlukan perencanaan dan penataan wilayah yang bersifat kolaboratif,”ungkapnya.(Juhana-Red)***
