Lahan Pertanan Di Kota Cilegon Menyusut Tiap Tahun, Ini Penjelasannya

Oleh: Langit Cilegon
269 views
A+A-
Reset

Kota Cilegon, (LC)- Lahan pertanian yang ada di Kota Cilegon semakin menyusut. Namun demikian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tetap mempertahankan sawah.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian, Ridwan disela-sela panen raya yang digelar di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang.

“Meski Kota Cilegon dikenal sebagai Kota Industry, kami tetap mempertahankan lahan pertanian atau sawah sebagai salah satu penghasil padi,”kata Ridwan, Jumat, 28 Februari 2025.

Ia menuturkan, dipertahankannya lahan pertanian atau sawah, untuk kebutuhan masyarakat Cilegon meski hanya sekian persen.

“Untuk pertahun saja, hasil produksi padi yang dipanen sekitar 10.000 ton dari 1110 hektar lahan pertanian. Jumlah ini memang masih minim, karena kami hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 15 persen,”ujarnya.

Kebanyakan, ujar dia, kebutuhan beras dipasok dari berbagai luar daerah seperti, Serang, Pandeglang, Lampung juga dari Jakarta.

“Cilegon itu bukan daerah pertanian. Tapi daerah industry dan perdagangan, namun secara de facto sawah masih ada,” tuturnya.

Dibandingkan lahan pertanian semisal sawah di Kabupaten Serang, ujar Mantan Kadisperkim tersebut. Sangatlah jauh berbeda.

“Luasanya di Kabupaten Serang itu, kurang lebih 49.000 lebih hektar. Kalau di Cilegon 1110 hektar, sangat jauh,”ucap Ridwan.

Lahan pertanian itu menyusut, tutur dia, karena perkembangan industry kemudian juga perkembangan perumahan yang pesat.

“Dan mungkin petani sendiri itu punya anak. Ingin membangun rumah, tentu saja menyusut. Kami juga mempertahankan lahan dan memproduksi yang ada. Perda RTRW tetap berjalan, kalau ada pembangunan tentu harus melaksanakan perijinan dan melibatkan instansi terkait,”sambung Ridwan. (Mang Jeo-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR