CILEGON, (LC)- Jodoh, Rejeki dan Mati, adalah misteri Illahi. Dimana tak ada seorangpun mengetahuinya, namun ketiga hal tersebut ada dalam diri seseorang dan sudah tercatat.
Begitu juga dengan seorang remaja asal Samangraya, Kecam,atan Citangkil, bernama Arman Ramadan. Dimana ia mendapat beasiswa dalam program PPIB yang merupakan mitra dari Chandra Asri.
masa kecilnya, Arman Ramadan kerap memandangi Kawasan industri yang menjulang di Cilegon. Menara proses, jaringan pipa, dan aktivitas yang berlangsung di dalamnya terasa begitu dekat, namun sekaligus seperti sulit dijangkau.
Sebagai anak yang tumbuh di Samangraya Kelurahan Citangkil, ia hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi bagian dari industri tersebut. Hari ini, mimpi itu perlahan menjadi kenyataan.
Dengan seragam kerja hijau yang dikenakannya, saat menjalani program magang di PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), Arman kini berada di tengah lingkungan industri yang dulu hanya bisa ia lihat dari kejauhan.
Perjalanan yang membawanya ke jenjang ini tidaklah mudah. Lahir dari keluarga sederhana, Arman sempat melewati fase ketidakpastian setelah menyelesaikan pendidikan di SMKN 2 Cilegon.
Keterbatasan ekonomi sempat membuatnya ragu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di sisi lain, upayanya untuk langsung memasuki dunia kerja juga tidak mudah karena minimnya pengalaman yang dimiliki.
“Jadi ketika saya lulus SMK, saya sempat bingung menentukan langkah untuk membangun karier,” cerita awal mula Arman sebelum memakai seragam hijau.
Di tengah kebingungan tersebut, Arman mendapat informasi mengenai program beasiswa ikatan dinas di PIPB yang didukung melalui kemitraan strategis dengan Chandra Asri Group.
Kesempatan itu menjadi titik balik yang membuka harapan baru baginya untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa menambah beban ekonomi orang tua.
Bagi Arman, beasiswa tersebut bukanlah sekadar bantuan Pendidikan. Program tersebut menjadi jembatan untuk mengubah ketidakpastian menjadi peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Pada saat yang bersamaan, keluarganya juga tengah menghadapi kondisi yang cukup berat karena orang tuanya mengalami musibah dan membutuhkan perawatan medis.
Dukungan yang diberikan Chandra Asri Group melalui bantuan koordinasi pengobatan semakin memperkuat persepsi positif Arman terhadap kepedulian Perusahaan kepada masyarakat sekitar.
“Dari situ saya merasa bahwa kepedulian dan rasa respect perusahaan terhadap masyarakat benar-benar dirasakan secara nyata oleh keluarga kami,” ujarnya.
Momen ketika dirinya dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa menjadi salah satu pengalaman yang tidak pernah ia lupakan. Di antara ribuan pendaftar, Arman tidak menyangka dirinya berhasil memperolah kesempatan tersebut.
“Waktu tahu saya diterima sebagai penerima beasiswa PIPB rasanya sangat senang dan tidak menyangka bisa jadi salah satu penerima beasiswa dari ribuan pendaftar,” tuturnya.
Kebahagiaan tersebut juga dirasakan keluarganya. Arman menjadi orang pertama di keluarganya yang berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.
Baginya, kesempatan tersebut bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga tentang harapan baru bagi masa depan keluarga.
“Hal yang paling memotivasi saya adalah keinginan untuk mengubah kondisi ekonomi keluarga, mengingat saya memiliki dua adik yang masih sekolah sehingga saya ingin membiayai adik-adik saya hingga ke perguruan tinggi,” ucapnya.
Sebagai anak Citangkil yang tumbuh di sekitar kawasan industri, Arman telah mengenal dunia industri petrokimia sejak kecil melalui cerita dan pengalaman orang-orang di sekitarnya.
Kedekatan tersebut perlahan menumbuhkan cita-cita untuk dapat berkontribusi langsung di industri yang menjadi bagian penting dari perkembangan Kota Cilegon.
“Sejak saya kecil saya mengetahui industri petrokimia dari orang-orang di sekitar saya sehingga saya bermimpi untuk ikut berkontribusi di industri petrokimia,” imbuhnya.
Kesempatan yang diperoleh Arman tidak disia-siakan. Selama menempuh pendidikan melalui program PIPB, ia terus berupaya mengembangkan kemampuan akademik maupun non akademik.
Ia berhasil mempertahankan IPK 3,6, meraih prestasi dalam dalam kompetisi esai tingkat nasional mewakili PIPB, serta aktif dalam berbagai kegiatan organisasi yang membantunya mengembangkan kemampuan dan komunikasi. Kini optimisme Arman terhadap masa depan semakin besar.
Sebagai anak Citangkil yang tumbuh di sekitar kawasan industri, Arman telah mengenal dunia industri petrokimia sejak kecil melalui cerita dan pengalaman orang-orang di sekitarnya.
Kedekatan tersebut perlahan menumbuhkan cita-cita untuk dapat berkontribusi langsung di industri yang menjadi bagian penting dari perkembangan Kota Cilegon.
“Sejak saya kecil saya mengetahui industri petrokimia dari orang-orang di sekitar saya sehingga saya bermimpi untuk ikut berkontribusi di industri petrokimia,” ujarnya.
Melalui program magang di Chandra Asri Group, Arman semakin dekat dengan cita-cita yang telah lama ia bangun.
Ke depan, ia berharap dapat menjadi bagian dari industri petrokimia dan berkontribusi dengan mengutamakan aspek keselamatan, profesionalisme, serta tanggung jawab dalam bekerja.
Namun bagi Arman, keberhasilannya bukanlah garis akhir. Ia ingin membagikan pengalaman dan pembelajarannya kepada masyarakat sekitar agar semakin banyak generasi muda lokal berani bermimpi dan percaya pada kemampuan mereka sendiri.
“Selain itu, saya ingin membagikan pengalaman saya ke masyarakat sekitar agar bisa memotivasi teman-teman bahwa masyarakat sekitar pun bisa bergabung ke Chandra Asri Group,” ungkapnya.
(Anto- Red)***
