Muktamar NU 2026 Momentum Merawat Ukhuwah dan Menjawab Tantangan Zaman, Ini Pesan Katib PCNU Kabupaten Serang

Oleh: Langit Cilegon
15 views
A+A-
Reset

SERANG, (LC) – Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Serang, Febriyanto, menyebut Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026 bukan sekadar agenda lima tahunan organisasi, tetapi momentum penting untuk memperkuat persatuan, merumuskan arah organisasi, serta menjawab berbagai tantangan zaman.

Menurut Febriyanto, memasuki Agustus 2026, keluarga besar Nahdlatul Ulama kembali dihadapkan pada momentum besar yang diharapkan mampu membawa semangat perubahan dan pembaruan bagi organisasi.

“Muktamar PBNU bukan sekadar agenda lima tahunan. Ia adalah napas panjang organisasi, momen di mana ribuan hati bersatu dalam zikir dan musyawarah, merajut kembali tenun kebangsaan yang kian rapuh digerus zaman,” kata Febriyanto, Senin,10 Agustus 2026.

Ia menuturkan, Muktamar 2026 tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari sebuah periode kepengurusan.

Sebaliknya, forum tertinggi NU tersebut harus menjadi momentum spiritual sekaligus intelektual untuk menyerap berbagai aspirasi warga Nahdliyin dari berbagai daerah.

Sebagai bagian dari PCNU Kabupaten Serang, ujar dia. Dirinya menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin hanya menjadi penonton dalam agenda besar tersebut.

Aspirasi masyarakat, pesantren, para kiai, santri, hingga generasi muda Nahdliyin di Kabupaten Serang diharapkan dapat menjadi bagian dari gagasan yang dibawa dalam Muktamar.

“Kami di Serang tidak hadir sebagai penonton pasif. Kami membawa serta aroma tanah leluhur, keringat para kiai penjaga kitab kuning, dan harapan generasi muda yang melek teknologi namun tetap berpijak pada Akhlaqul Karimah,” ujarnya

Menurutnya, perkembangan teknologi dan ruang digital juga menjadi tantangan tersendiri bagi NU.

Karena itu, NU harus mampu hadir sebagai organisasi yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam menjaga ruang digital dari penyebaran informasi palsu dan hoaks.

“Muktamar 2026 adalah kesempatan emas bagi kami untuk menegaskan bahwa NU bukan monumen masa lalu yang diam, melainkan sungai yang terus mengalir menghidupi dan meneduhkan ruang digital dari racun hoaks,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam sebuah organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Menurutnya, perbedaan pendapat tidak boleh menjadi alasan untuk merusak persaudaraan di antara sesama warga Nahdliyin.

Ia menilai kemampuan menjaga ukhuwah di tengah perbedaan justru menjadi salah satu ukuran kedewasaan organisasi.

“Perbedaan pendapat adalah sunnatullah, bahkan rahmat bagi tubuh NU yang majemuk. Namun, elegansi sejati terletak pada kemampuan kita merawat ukhuwah di tengah perbedaan itu,” ungkapnya.

Ia berharap setiap perdebatan mengenai kebijakan organisasi tetap dilandasi sikap saling menghormati dan semangat persaudaraan.

Sebab, kata dia, di balik perbedaan pandangan tetap terdapat kesamaan tujuan, yakni menjaga kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, para ulama, serta kemaslahatan umat dan bangsa.

Lebih lanjut, Febriyanto berharap keputusan yang dihasilkan melalui Muktamar 2026 nantinya tidak berhenti sebagai dokumen organisasi. Setiap keputusan harus mampu diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami akan mencatat dengan tinta kejujuran, menjadikannya peta jalan yang nyata, bukan sekadar hiasan arsip,” imbuhnya.

Ia menambahkan, peserta Muktamar diharapkan dapat kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat amanah, bukan kepentingan kelompok.

“Kami akan pulang dari forum tertinggi ini bukan dengan ego kelompok yang membengkak, melainkan dengan beban amanah yang semakin berat, amanah untuk menerjemahkan keputusan nasional menjadi senyuman kesejahteraan di setiap kampung dan desa di Kabupaten Serang,” tuturnya.

Febriyanto pun memanjatkan doa agar pelaksanaan Muktamar 2026 dapat berjalan dengan penuh keberkahan dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan organisasi Nahdlatul Ulama.

Ia berharap Muktamar tersebut menjadi mercusuar yang mampu menerangi langkah umat di tengah berbagai ketidakpastian zaman serta menyatukan hati seluruh peserta dalam semangat persaudaraan dan nilai-nilai keislaman.

“Ya Allah, Ya Mujibad Da’awat, limpahkanlah barakah pada Muktamar 2026. Jadikan ia mercusuar yang menerangi langkah umat di tengah kabut ketidakpastian. Satukanlah hati para peserta dalam cahaya hidayah-Mu, dan jadikan setiap keputusan yang lahir darinya sebagai amal jariyah yang tak terputus pahalanya,” pungkasnya.

(Anto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR