Serang, (LC)- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Banten, Septo Kalnadi mengatakan peluang kerja di luar negeri sangat tinggi.
Berdasarkan data yang ada, ujar dia, pada tahun 2024, Septo menyebut permintaan sumber daya manusia (SDM) dari luar negeri mencapai 1,3 juta.
Ia menuturkan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menargetkan penempatan sebanyak 425 ribu Warga Negara Indonesia (WNI) untuk bekerja di luar negeri.
“Tahun ini, kalau tidak salah, P2MI menargetkan penempatan ke luar negeri pekerja migran sebanyak 425 ribu orang, ” kata Septo, Rabu, 10 September 2025.
Jumlah tersebut, kata dia, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 297 ribu orang. Oleh karena itu hal ini adalah sebuah peluang.
“Jadi, ada tambahan 128 ribu orang,” kata Septo Kalnadi menambahkan.
Menurut dia, lowongan kerja di luar negeri merupakan peluang bagi Banten dalam mengentaskan tingkat pengangguran.
Namun, kata Septo, terdapat beberapa kendala dan tantangan untuk bisa menembus lowongan kerja di luar negeri tersebut.
“Kendalanya adalah bahasa, dan kultural. Nah itu untuk bahasa, kami berkolaborasi dengan pihak terkait. Misalnya pelatihan Bahasa luar negeri, sehingga pekerja migran tidak mengalami kendala, ” kata Septo.
Lebih lanjut, dia mengatakan, pelatihan bahasa menjadi salah satu solusi. Namun kendala lainnya adalah kultural.
“Karena seperti kita tahu, kultur dan budaya di luar negeri dan masing-masing negara sangat berbeda. Kami berharap kendala ini bisa diatasi dengan melakukan berbagai pelatihan,”ungkapnya. (Adv)***
