Tangis Wati Pecah Saat Rumahnya Direhab Lewat TMMD ke-128 Kota Cilegon

Oleh: Langit Cilegon
4 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)- Di tengah keterbatasan hidup yang dijalani puluhan tahun, secercah harapan akhirnya datang bagi Wati (64), warga Link Sukasari RT 02/06, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak.

Rumah yang telah ia tempati selama lebih dari empat dekade kini menjadi sasaran program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon, Kamis (23/4/2026).

Wati tinggal bersama anaknya, Yuliana (41), menantu yang bekerja serabutan, serta dua cucunya yang masih kecil.  

Kondisi rumah yang dihuni sangat memprihatinkan dimana atap bocor, sebagian hanya tertutup plastik, serta fasilitas dasar yang jauh dari layak. Saat hujan turun, air kerap masuk ke dalam rumah, mengganggu aktivitas dan waktu istirahat keluarga.

“Kami sudah lama tinggal di sini. Kalau hujan, air masuk. Tapi mau bagaimana lagi, kami tidak punya pilihan,” ungkap Wati pelan.

Di tengah kondisi tersebut, ia juga harus berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Oleh karena itu, Wati diringankan bebannya melalui program TMMD 128, rumahnya di renovasi.

Program TMMD yang menyasar rumahnya menjadi titik balik bagi keluarga ini. Dengan mata berkaca-kaca, Wati menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima.

Baginya, perhatian dari TNI adalah bentuk kepedulian yang sangat berarti di tengah kondisi yang serba terbatas.

“Ya Allah, alhamdullilah wa syukurilah, terima kasih pa katas kebaikannya. Semoga Allah membalas budi baik Bapak dan semuanya yang membantu kami,”kata Wati, sambil terisak-isak.

Komandan Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, yang hadir langsung di lokasi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab TNI dalam membantu masyarakat.

Ia mengakui, kondisi rumah yang ditemui sangat tidak layak untuk dihuni. Oleh karena itu, pihaknya langsung memasukan nama Wati untuk direnovasi rumahnya.

“Kami melihat langsung kondisinya dan ini memang harus segera ditangani. Program ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, agar mereka bisa tinggal di tempat yang lebih layak dan aman,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat.

Kisah hidup Wati yang penuh keterbatasan bahkan mengingatkan Dandim pada masa lalunya, memperkuat tekadnya untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan.

Melalui program ini, diharapkan rumah Wati segera berubah menjadi hunian yang layak, sehingga ia dan keluarganya dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan bermartabat.

(Himawan Sutanto-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR