Warga Kecamatan Citangkil Ditemukan Tewas Gantung Diri, Ini Motifnya

Oleh: Langit Cilegon
235 views
A+A-
Reset

Kota Cilegon, (LC)- Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Ah (39), Warga Kecamatan Citangkil, ditemukan tewas gantung diri disalah satu komplek perumahan di Kecamatan Cibeber, Senin, 19 November 2024, kemarin.

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Kemas Indra Natanagara melalui Kasihumas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Iya benar,  pada Senin tanggal 18 November 2024, kemarin, sekira jam 19.00 WIB telah terjadi peristiwa diduga gantung diri,”kata AKP Sigit Dermawan, Selasa, 19 November 2024.

Ia menuturkan, peristiwa tersebut terjadi berawal dari keterangan salah satu rekannya (R) yang melihat status korban.

“Dalam status whatsapp, korban, saksi melihat status bertuliskan  Selamat Tinggal Dunia. Karena merasa khawatir, saksi menyusul korban disalah satu komplek perumahan di Kecamatan Cibeber,”ujarnya.

Setibanya dilokasi, saksi kemudian melihat kendaraan korban yang terparkir. Akan tetapi, ketika dipanggil, tidak menyahut.

“Saksi kemudian mendobrak pintu rumah tersebut dan melihat posisi korban sudah dalam keadaan tergantung dengan posisi ada tali tambang terjerat pada leher korban,”tuturnya.

Perwira yang mempunyai pangkat balok kuning emas tiga dipundaknya tersebut melanjutkan, berdasarkan keterangan dari saksi, bahwa korban sudah sejak lama mengajak untuk rujuk terhadap mantan istrinya.

“Namun, mantan istri tidak mau, sementara korban memaksa untuk tinggal di rumah tersebut dan mengancam akan bunuh diri kalau tidak mau,”ucapnya.

“Unit Reskrim Polsek Cibeber Polres Cilegon bersama  dengan Unit Inafis Satreskrim Polres Cilegon, melakukan olah tempat kejadian perkara. Kemudian Jenazah Korban dibawa ke RSUD Kota Cilegon. Dan pihak keluarga korban membuat surat pernyataan penolakan untuk di otopsi,”ungkapnya. (Aditya-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR