Penanganan Kebencanaan Di Kota Cilegon Harus Tepat Sasaran

Oleh: Langit Cilegon
230 views
A+A-
Reset

Kota Cilegon, (LC)- Penanganan kebencanaan yang terjadi harus dilakukan dengan tepat. Baik mulai dari komunikasi, koordinasi dan langkah yang tepat harus dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak, baik pemerintah, penegak hukum dan seluruh masyarakat.

Hal itu dikatakan oleh Walikota Cilegon, Robinsar dalam apel bersama kesiapsiagaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi secara serentak dihalaman Mapolres Cilegon, Rabu, 5 November 2025.

“Kami berkewajiban untuk memberikan himbauan di lingkungan di sekitar wilayah tempat tinggal yang berpotensi rawan bencana. Hal ini kami lakukan demi terlaksananya pencegahan dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana di kota Cilegon,”katanya.

Ia menuturkan, ada sebuah kerja sama yang baik dari seluruh pihak. Sehingga tetap terjalin dan dapat selalu tetap bersinergi bahu membahu dalam mengatasi bencana baik alam maupun non alam.

Perlu di waspadai dan antisipasi bersama, ujar dia, karena dalam waktu dekat ini berdasarkan informasi dari badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) wilayah provinsi Banten akan mulai memasuki perubahan iklim dalam menghadapi musim hujan dan fenomena la nina.

“Kota Cilegon merupakan salah satu wilayah yang akan mengalami dampak dari perubahan iklim dan fenomena la lina. Oleh sebab itu kami menghimbau kepada seluruh perangkat daerah atau instansi terkait agar menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam,”ujarnya.

BPBD dan Perkim, ujar dia, harus bisa melakukan antisipasi. Terutama terhadap pohon-pohon yang sudah tua dan lapuk, sehingga tidak terjadi kejadian tumbang.

“Beberapa pohon yang tumbang saat ini usianya sudah tua. Saya harap BPBD serta Perkim bisa berkoordinasi agar dapat memangkas pohon-pohon yang diperkirakan usianya sudah tua. Kami juga sudah memetakan wilayah bencana yang ada di Kota Cilegon. Masyarakat harus waspada,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, mengatakan, kegiatan apel sendiri merupakan manifestasi kesiapan pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi bencana terutama soal koordinasi dan sinergisitas.

Sehingga, ujar dia, satu sama lainnya bisa memahami tugas masing-masing. Disamping juga penangan bencana merupakan penanganan kemanusiaan yang melibatkan semua lembaga.

“Kami harap dengan adanya apel bersama bisa lebih meningkatkan koordinasi semua lembaga, baik pemerintah, TNI, Polri dan juga masyarakat, sehingga semuanya bisa mengtahui dan mengerti masinh-masing tugas dalam penanganan,”ungkapnya.

Hadir dalam apel siaga tersebut unsur Forkopimda, BPBD Kota Cilegon, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon, Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Dinas Perhubungan Kota Cilegon, Satpol – PP Kota Cilegon, PMI Kota Cilegon serta stakeholder lainya yang terkait kebencanaan. (Mang Jeo-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR