CILEGON, (LC)- Aktivasi Identitas Kependudukan Digital atau IKD pada Dukcapil Kota Cilegon mencapai 37 persen. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan Agustus 2026 yang masih berada di angka 9 persen.
Dalam kurun waktu tiga bulan, peningkatan aktivasi IKD tersebut turut mengantarkan Kota Cilegon menempati peringkat pertama di Provinsi Banten.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cilegon, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kadis Dukcapil beserta jajaran, serta seluruh camat dan lurah yang telah membantu menyukseskan program IKD ini,” kata Walikota Cilegon, Robinsar saat menghadiri Penandatanganan Perjanjian Kerjasama di Lobi kantor Disdukcapil Kota Cilegon, Jum’at , 6 November 2026.
Ia menuturkan, upaya jemput bola yang dilakukan Disdukcapil bersama kecamatan dan kelurahan menjadi faktor penting dalam meningkatkan capaian aktivasi IKD.
Demi menjangkau masyarakat secara lebih luas, ia mengatakan jika pihaknya melakukan pelayanan di berbagai lokasi, mulai dari stadion, taman kota, pusat perbelanjaan, hingga kantor kecamatan dan kelurahan.
“Saya juga memantau langsung bagaimana Ibu Kepala Dinas bersama jajaran turun ke masyarakat untuk melakukan pendataan dan aktivasi IKD di berbagai titik keramaian, mulai dari taman kota, stadion, pusat perbelanjaan, hingga kelurahan dan kecamatan. Dan akhirnya membuahkan hasil maksimal dimana capaian IKD Kota Cilegon bisa melampaui target nasional. Ini luar biasa,” ujarnya.
Robinsar menegaskan jika capaian 37 persen tersebut tidak boleh menjadi titik akhir. Oleh karena itu, ia meminta Disdukcapil bersama camat dan lurah untuk terus mengoptimalkan aktivasi IKD, terutama di wilayah yang capaiannya masih rendah.
“Jangan berhenti di angka 37 persen. Kalau bisa, kita optimalkan sampai 50 persen ke atas. Saya minta camat dan lurah yang masih rendah capaiannya agar ditingkatkan kembali, sehingga program IKD ini dapat terimplementasi dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Robinsar juga mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan lurah untuk memanfaatkan media sosial dalam menyampaikan kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, publikasi kegiatan bukan pencitraan, melainkan bagian dari transparansi dan penyampaian informasi mengenai kinerja pemerintah.
“Yang kita lakukan hari ini adalah mencitrakan apa yang kita kerjakan, bukan menjadikan pencitraan sebagai pekerjaan. Masyarakat perlu mengetahui dan memantau apa yang sedang akan dilakukan pemerintah. Manfaatkan media sosial jika ada kegiatan pelayanan untuk masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Cilegon Hayati Nufus mengungkapkan, peningkatan aktivasi IKD merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi aktif camat, lurah, serta operator Disdukcapil selama beberapa bulan terakhir.
“Terima kasih banyak kepada camat dan lurah atas perjuangannya selama tiga bulan terkahir ini. Waktu Agustus, capaian IKD kita masih 9 persen dan hari ini sudah mencapai 37 persen. Alhamdulillah, kerja cepat yang luar biasa. Se-Banten kita berada di peringkat pertama,” ucapnya.
Hayati menjelaskan bahwa percepatan aktivasi IKD dilakukan melalui pelayanan jemput bola langsung ke lingkungan masyarakat, termasuk pada malam hari di luar jam kerja.
Ia mengatakan jika dalam pelaksanaannya, camat dan lurah berkoordinasi dengan operator Disdukcapil untuk mendatangi warga hingga tingkat RT dan RW sehingga pelayanan aktivasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Percepatan aktivasi IKD kami lakukan dengan pelayanan jemput bola dimana camat dan lurah berkoordinasi dengan operator Disdukcapil untuk turun langsung ke lingkungan RT dan RW guna melakukan pendataan sekaligus membantu masyarakat mengaktifkan IKD dan itu dilakukan hingga malam hari di luar jam kerja” ungkapnya.
Hayati juga menambahkan bahwa aktivasi IKD memiliki peran penting dalam mendukung integrasi data kependudukan dengan program perlindungan sosial. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan capaian IKD, termasuk membantu masyarakat lanjut usia maupun warga yang belum memiliki atau belum mampu menggunakan telepon seluler.
Informasi yang berhasil dihimpun, Kecamatan yang menerima penghargaan karena berhasil melakukan aktivasi yang paling banyak yakni, Kecamatan Citangkil, Pulomerak dan Cibeber. (Anto-Red)***
