Kota Cilegon, (LC)- Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-41, Forum Anak Kota Cilegon (Fakocil) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon menggelar kegiatan bertajuk “Forum Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045.”
Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 26 Juli 2025, di Aula Setda Kota Cilegon dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo.
Dalam sambutannya, Fajar menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.Dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Apa yang kita lakukan hari ini dalam memperingati Hari Anak Nasional merupakan bagian dari membangun masa depan.
“Berbicara tentang anak berarti berbicara tentang masa depan bangsa.Karena ke depan, generasi inilah yang akan melanjutkan estafet pembangunan kita,” kata Fajar Hadi Prabowo.
Ia menuturkan, bahwa tugas anak-anak saat ini tidaklah ringan. Karena banyak yang harus dilakukan, apalagi di era digital saat ini.
“Tugas anak-anak untuk menatap masa depan tidaklah mudah. Maka dari itu, kami titip pesan agar kalian menjalani semuanya dengan sungguh-sungguh dan penuh ketulusan,” tegasnya.
Fajar menambahkan, untuk ke depan, ada banyak peluang dan tantangan di era digital.Oleh karena itu, potensi daring bisa dimaksimalkan.
“Di era sekarang, proses pembelajaran menjadi sangat dimudahkan, terutama melalui internet. Maka manfaatkanlah kemudahan ini untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Lia Mahatma, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif langsung dari Fakocil.
“Meskipun peringatannya diselenggarakan secara sederhana, namun tidak mengurangi makna. Terlebih Fakocil telah berdiri sejak 12 Juli 2012 sebagai turunan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang wajib dibentuk di setiap kota,” tutur Lia Mahatma.
“Peran Fakocil sangat penting, salah satunya dalam menyosialisasikan dan mengedukasi teman-teman sebaya di sekolah mengenai pemenuhan hak anak dan upaya mencegah kekerasan terhadap anak,” sambung Lia Mahatma. (Aditya-Red)***
