Mantan Sekmat Citangkil Produksi Cemilan Khas Cilegon, Tembus Sampai Luar Negeri Ini Ceritannya

Oleh: Langit Cilegon
407 views
A+A-
Reset

Kecamatan Citangkil, (LC)- Jika Yogyakarta terkenal dengan bakpia sebagai makanan khasnya. Kota Cilegon juga memiliki cemilan yang tak kalah enak dengan daerah lain.

Cemilan tradisional tersebut bernama Gipang, yang telah menjadi bagian dari budaya lokal. Dibuat dari beras ketan, Gipang Ketan menjadi sajian wajib saat perayaan dan momen tertentu bagi warga Cilegon.

Salah satu produsen Gipang Ketan yang cukup dikenal adalah Dra. Hj. Entik Atiqoh, M.Si. Produk Gipang Efain buatannya terkenal dengan rasa renyah, enak, dan mantap.

Mantan Sekmat Citangkil tersebut,tidak ingin menikmati masa pensiunnya begitu saja. Namun, terus berbagi pengabdian.

“jadi, mengabdi itu bukan saja harus menjadi ASN atau PNS. Pensiun pun saya terus mengabdi, hal ini saya buktikan dengan kecintaan kepada masyarakat Cilegon,”kata Entiq Atikoh.

Menurutnya. Gipang Ketan yang dibuatnya mempunyai cerita. Dimana berawal dari tradisi turun-temurun keluarganya.

“Usaha ini merupakan warisan dari keluarga saya. Sejak remaja, saya sering membantu orang tua membuat gipang. Setelah pensiun, saya mulai memproduksi gipang secara mandiri,”ujarnya.

Ia mengaku, dalam membuat Gipang Ketan, dirinya mengkombinasikan beras, ketan, gula, dan kacang untuk menciptakan rasa yang khas.

“Dibantu anak-anak, kami mengemasnya dalam toples dan box yang menarik, serta menyelipkan kata-kata khas Cilegon untuk menambah daya tarik,”tuturnya.

Produksi Gipang Ketan Entik Atiqoh tidak hanya dijual di rumahnya tetapi juga tersedia di berbagai tempat oleh-oleh di Kota Cilegon, termasuk pojok UMKM MPP Kota Cilegon, koperasi, dan marketplace.

“Alhamdulillah, produk kami sudah dikenal secara nasional dan internasional. Kami sudah beberapa kali mengirim produk ke luar negeri, seperti Abu Dhabi dan Inggris, sebagai oleh-oleh untuk warga Indonesia di sana,”ucapnya.

Untuk harga, Gipang Ketan Entik Atiqoh ditawarkan mulai dari Rp5.000 hingga Rp100.000 per kemasan, tergantung ukuran dan kemasannya.

“Harga bervariasi, mulai dari Rp5.000 untuk kemasan kecil hingga Rp100.000 untuk kemasan besar,”imbuhnya.

Keberhasilan usaha ini tidak lepas dari dukungan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Cilegon yang telah memberikan pelatihan dan bantuan pemasaran.

“Berdirinya usaha UMKM saya ini berkat peran keluarga dan pemerintah Kota Cilegon, khususnya Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Cilegon,” ungkap Entiq Atikoh.

“Saya berharap makanan gipang serta produk UMKM di Kota Cilegon bisa maju bersama-sama. Apalagi, Dinas Koperasi dan Industri Krakatau Group berencana membuat sentral Gipang, menjadikan makanan ini ikon khas Kota Cilegon,”sambung Entiq Atikoh. (Aditya-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR