Kota Cilegon, (LC)- Kebijakan APBD tahun anggaran 2026 yang dibahas sebelumnya, maka pada sektor pendapatan daerah (PAD) Kota Cilegon ditargetkan penerimaan sebesar Rp 1,916 trilyun.
Hal itu terungkap dalam pidato pengantar Nota Keuangan Rapat Paripurna Rancangan APBD tahun anggaran 2026 yang disampaikan oleh Sekda Cilegon, Maman Mauludin.
“Pendapatan itu terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 980 Milyar dan pendapatan transfer sebesar Rp 936 Milyar,”kata Maman Mauludin.
Kemudian, ujar dia, belanja daerah dialokasikan sebesar Rp 1,951 trilyun, dimana terdiri dari belanja operasi sebesar Rp 1,770 trilyun, belanja modal sebesar Rp 170,84 milyar dan belanja tidak terduga sebesar Rp 10,610 milyar.
“Dalam penerimaan pembiayaan, diproyeksikan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya pada sebesar 40 milyar. dalam pos pengeluaran pembiayaan diproyeksikan sebesar 5 milyar,”ujarnya.
Ia melanjutkan, untuk mewujudkan hal tersebut akan ditempuh melalui prioritas pembangunan sebagai berikut, pertama memperkuat infrastruktur pendidikan untuk memastikan akses yang merata dan berkualitas bagi seluruh penduduk cilegon.
Kedua meningkatkan ketersediaan lapanggan kerja dan peluang usaha melalu pembangunan ekonomi yang inklusif.
Ketiga adalah peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat cilegon
Keempat adalah mewujudkan transformasi digital pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang kolaboratif.
Kelima peningkatan infrastruktur perkotaan dan kelestarian lingkungan hidup untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Keenam peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan penguatan sistem kesejahteraan sosial.
“Fokus pembangunan di tahun 2026 disusun dengan tetap memperhatikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional sebagai langkah harmonisasi arah kebijakan pembangunan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta berpedoman pada peraturan pemerintah nomor 1 tahun 2024 tentang harmonisasi kebijakan fiskal nasional,”ucap Maman Mauludin.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,”sambung Maman Mauludin. (Anto-Red)***
