Plt.Sekda Cilegon Jelaskan Penyebab Banjir yang Terjadi

Oleh: Langit Cilegon
79 views
A+A-
Reset

CILEGON, (LC)- Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, memaparkan bahwa hasil identifikasi menunjukkan penyebab banjir meliputi tingginya curah hujan dan debit kiriman air, kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan.

Hal itu dikatakannya disela-sela rapat koordinasi Penanggulangan Bencana Banjir sebagai langkah terpadu dalam merespons dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Cilegon. Rapat tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah terkait, instansi vertikal, serta perwakilan pihak industri.

“Selain itu juga sedimentasi drainase, dimensi sungai dan jembatan yang belum memadai, kurangnya drainase kawasan industri menuju laut, keberadaan bangunan liar di atas drainase, minimnya lahan resapan, perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan, serta pengaruh pasang air laut,”kata Aziz, Rabu, 14 Januari 2026.

Baca Juga :

https://langitcilegon.id/tokoh-masyarakat-cilegon-apresiasi-pembentukan-satgas-penanganan-banjir-mia-perhatikan-rtrw/

https://langitcilegon.id/pmi-kota-cilegon-salurkan-bantuan-donasi-berupa-uang-dan-water-treatmen-dari-posco/

Ia menuturkan, sebagai langkah strategis, Pemerintah Kota Cilegon akan menerapkan moratorium perizinan pertambangan, melaksanakan aksi penanaman 1.000 pohon di wilayah rawan banjir.

Kemudian, menambah tandon air, meninggikan jembatan dan tanggul sungai, merelokasi jaringan utilitas, membangun sumur resapan.

“Tak lupa kami juga sudah menertibkan bangunan liar, menegakkan sanksi terhadap pembuangan sampah sembarangan, serta menyusun masterplan drainase kota secara menyeluruh,”ujarnya.

Dalam rapat tersebut, PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) turut memaparkan rencana pemetaan saluran air wilayah LOC–Selago sebagai dasar implementasi penanganan banjir, dengan penanggung jawab Rizal.

Sementara itu, INAPLAS mempresentasikan peta aliran air hasil survei lapangan serta tabel prioritas penanganan yang memuat 17 item kegiatan lengkap dengan penanggung jawab (PIC) dan mekanisme pemantauan, di bawah koordinasi Helmy.

(Mang Jeo-Red)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR