UPTD Latker Disnakertrans Banten Siapkan Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

Oleh: Langit Cilegon
17 views
A+A-
Reset

BANTEN, (LC)- Peningkatan skill individu merupakan salah satu modal penting bagi para pencari kerja untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Melalui pelatihan kerja, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga peningkatan kemampuan skill yang dapat diterapkan sesuai dengan bidang pekerjaan yang diminati.

Peserta mendapatkan ruang untuk belajar, berlatih, dan mengenali standar kerja sesuai bidang yang dipilih.

Oleh karena itu, UPTD Latihan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten melalui program pelatihan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pelaksanaan kegiatannya sendiri berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, di Aula UPTD Latihan Kerja Disnakertrans Provinsi Banten.


Ada 4 (empat ) program kejuruan yangdilakukan pelatihan, yakni Fillet Welder SMAW 3F/PF, Practical Office Advance, Menjahit Pakaian dengan Mesin, serta Service Sepeda Motor Sistem Injeksi.

Kepala UPTD Latihan Kerja Disnakertrans Provinsi Banten, Mohamad Bayuni, mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pencari kerja agar memiliki keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Peningkatan kompetensi ini penting bagi para pencari kerja. Mereka tidak cukup hanya memiliki kemauan untuk bekerja, tetapi juga perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Mohamad Bayuni.

Ia menuturkan, peserta pelatihan mendapatkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori. Materi juga diarahkan pada praktik sehingga peserta dapat memahami penggunaan peralatan, prosedur kerja, hingga penerapan keterampilan sesuai bidang yang dipelajari.

“Peserta kami dorong untuk benar-benar memahami keterampilan yang dipelajari, sehingga setelah mengikuti pelatihan mereka memiliki bekal yang bisa diterapkan ketika masuk ke dunia kerja,” ujarnya.

Mohamad Bayuni menilai peningkatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan. Perubahan kebutuhan industri membuat tenaga kerja dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi dan pola kerja.

“Harapannya, setelah selesai mengikuti pelatihan, peserta bisa lebih percaya diri menghadapi dunia kerja, baik untuk mencari pekerjaan maupun mengembangkan keterampilan yang mereka miliki,” katanya.

Pelatihan kerja,ujar dia, akhirnya tidak berhenti pada proses belajar di ruang kelas. Bagi para pencari kerja, kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan untuk membangun kemampuan, memperluas peluang, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di dunia kerja.

“Dengan keterampilan yang terus ditingkatkan, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan peluang kerja yang tersedia dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah,” tuturnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, empat kejuruan yang diberikan memiliki karakter keterampilan yang berbeda.

Kejuruan Fillet Welder SMAW 3F/PF membekali peserta dengan keterampilan pengelasan, sementara Practical Office Advance diarahkan pada peningkatan kemampuan dalam pekerjaan administrasi dan perkantoran.

Sementara itu, kejuruan Menjahit Pakaian dengan Mesin memberikan keterampilan di bidang tata busana dan produksi pakaian.
Adapun Service Sepeda Motor Sistem Injeksi membekali peserta dengan kemampuan teknis dalam melakukan perawatan dan perbaikan sepeda motor dengan teknologi sistem injeksi.

Program yang bersumber dari APBN tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pelatihan keterampilan tanpa harus memiliki pengalaman kerja yang panjang sebelumnya.


(Adv)***

REKOMENDASI BERITA

TINGGALKAN KOMENTAR