Kota Cilegon, (LC)- Walikota Cilegon Robinsar meminta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon untuk lebih hadir di tengah masyarakat, khususnya yang bertugas langsung di lapangan.
Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat penting dalam merespons potensi bencana dan permasalahan di lingkungan.
Oleh karena itu, Ia menghimbau kepada camat, lurah dan OPD terkait untuk turun langsung ke masyarakat, melakukan koordinasi serta memastikan penanganan cepat dan tepat apabila terjadi musibah.
“Hari ini di tengah cuaca yang kurang menentu, saya minta kita semua memiliki peran aktif. Camat, lurah khususnya yang ada di lapangan yang ada langsung di masyarakat saya minta lebih hadir lagi, ketika ada potensi bencana atau lingkungan yang terkena bencana musibah harus hadir di tempat,” katanya, saat enjadi Pembina upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Ibu bertempat di halaman Kantor Wali Kota Cilegon, Rabu 17 Desember 2025.
Dalam kesempatan itu, Robinsar juga turut menyampaikan kabar positif terkait kondisi keuangan daerah Kota Cilegon. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Kota Cilegon tidak mengalami defisit anggara seperti yang terjadi di tahun lalu.
“Berkat efisiensi belanja dan komitmen seluruh perangkat daerah alhamdulilah tahun ini kita tidak lagi mengalami defisit anggaran. Saya sampaikan apresiasi kepada seluruh ASN dan OPD yang telah berkontribusi dalam pengelolaan keuangan daerah, sehingga hak-hak masyarakat dapat terpenuhi dan tidak terjadi defisit anggaran seperti tahun sebelumnya,” ucapnya.
Pemerintah Kota Cilegon ke depan akan memprioritaskan anggaran pada kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya penanganan rumah tidak layak huni, pembangunan infrastruktur dan sektor pendidikan.
Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk membatasi kegiatan yang bersifat seremonial serta fokus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Di tahun 2026 dana transfer ke daerah diperkirakan akan berkurang sekitar Rp 235 miliar. Oleh sebab itu, saya minta kepada seluruh perangkat daerah untuk lebih bijak lagi dalam penggunaan anggaran, terutama menekan belanja yang tidak prioritas atau kegiatan yang bersifat seremonial, sebab tahun depan kita fokuskan anggaran untuk kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
(Mang Jeo-Red)***
