Kota Cilegon, (LC)- Banjir yang terjadi di kawasan Ciwandan, tepatnya di Kelurahan Kubangsari yang mencapai ketinggian 1 meter akibat cuaca ekstrem membuat ratusan warga terdampak mengungsi.
Musibah yang terjadi karena kondisi alam tersebut, membuat anggota DPRD Banten asal Cilegon dari Fraksi Gerindra, Hasbi Sidik, membuat dapur umum di rumahnya sendiri, Lingkungan Penauan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Sabtu, 3 Januari 2026.
“Kami sekeluarga berinisiatif sendiri membuat nasi bungkus untuk kami bagikan kepada masyarakat yang mengungsi diberbagai tempat di Kelurahan Kubangsari dan Tegalratu. Kalau jumlahnya ada sekitar 200 nasi bungkus,”katanya.
Ia menuturkan, dapur umum inisiatif sendiri dilakukan mengingat banyak warga yang tinggal jauh dari perumahan akibat terdampak banjir.
“Sudah dibagikan jam 06.00-07.00 pagi tadi, Sambil memantau kondisi terkini dan dapat saya informasikan. Untuk jalan raya, memang sudah surut. Akan tetapi untuk jalan lingkungan Kubangsari, Tegalratu,Pintu Air dan lainnya masih banjir,”ujarnya.
Baca Juga :
https://langitcilegon.id/terduga-pelaku-pembunuh-bocah-sempat-bobol-brankas-namun-tertangkap-warga/
Dengan kondisi yang masih mendung ini, ujar dia, pihaknya meminta kepada masyarakat Ciwandan dan sekitarnya agar tetap waspada.
“Karena cuaca masih ekstrem, jangan dulu beraktifitas. Namun lebih meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca saat ini masih mendung dan juga gerimis,” tuturnya.
Hal yang sama dikatakan oleh anggota DPRD Cilegon dari Fraksi Gerindra, Aflahul Aziz Ahmad. Ia bersama timnya membagikan sembako kepada warga terdampak banjir.
“Kami berinisiatif, mengingat banjir sudah 1 meter lebih dan membagikan kepada pengungsi makanan cepat saji. Karena jangan sampai perut kosong ditengah cuaca dingin, ini membahayakan kondisi badan,”ucapnya.
Ia berharap, Pemerintah Kota Cilegon memberikan respon cepat dan bersama-sama menanganai banjir yang terjadi dilwayah Kota Cilegon.
“Ini banjir terparah yang terjadi. Apalagi ada tembok pembatas di jalan raya dengan Kawasan industry,sehingga air lambat mengalir. Semoga cepat surut,”ungkapnya.
(Mang Jeo-Red)***
