CILEGON, (LC)- Penangan Banjir di Wilayah Kecamatan Ciwandan dan se- Kota Cilegon harus dibuat blue print besar dan roadmap tehnis yang terintegrasi dari hulu sampai hilir.
Hal itu dikatakan oleh mantan anggota DPRD Cilegon periode 2019-2024 dari Partai Demokrat, Muhamad Ibrohim Aswadi.
“Ada beberapa masalah masalah penghambat air larian dari hulu ke wilayah hilir yang harus segera dan cepat dilakukan penanganan,”katanya, Senin, 12 Januari 2026.
Ia menuturkan, ada 3 bagian untuk menangani banjir yang terjadi di Kecamatan Ciwandan. Mengingat daerah tersebut dekat dengan industry.
“Yakni di wilayah hulu, wilayah tengah pemukiman warga dan wilayah hilir hingga ke laut lepas,”ujarnya.
Baca Juga :
https://langitcilegon.id/banjir-kembali-landa-cilegon-hampir-ada-korban-jiwa/
Untuk wilayah hulu, ujar dia, harus ada penataan dan pembuatan kali- kali atau kanal yang dipakai oleh tambang di hulu. Kemudian ada pelebaran seluruh aliran kali atau kanal dari hulu ke hilir.
Kemudian, ujar dia, pengangkatan sedimen lumpur di seluruh aliran kali dari hulu ke hilir. Pembuatan tambahan-tambahan aliran kali baru bila dianggap perlu diseluruh Cilegon dari hulu ke hilir.

“Tak kalah pentingnya, moratorium seluruh pertambangan, pengawasan, penyetopan, kewajiban tambang melakukan penghijauan, rekondisi ulang area tambang di seluruh wilayah hulu,”tuturnya.
Untuk penanganan di wilayah tengah pemukiman warga. Ia menyebut, harus ada gorong- gorong rel kereta api yang di perbanyak dan diperlebar.
Kemudian juga, gorong- gorong industri dan jalan nasional harus diperlebar dan diperdalam. Pagar milik KS harus di tata kembali dan dimundurkan ke arah jalan khusus milik KS.
“Gorong-gorong di jalan khusus milik KS harus di perlebar dan di perbanyak. Buatlah tandon- tandon sebagai penyerapan air,”ucapnya
“Tanah area KS yang dipagar, dekat dengan jalan raya dan jalan khusus KS, mulai oktip sampai KBS di buat Low Water Stored ( LWS ), sebagai kolam kolam penampung sementara,”sambung pria yang akrab dipanggil Mia.

Ia menambahkan, untuk penanganan di wilayah hilir dan ke laut lepas, apalagi di pakai oleh industry. Wajib memperbanyak sodetan kanal- kanal baru bagi aliran air ke laut lepas dengan sistem pintu kanal buka tutup.
“Selain itu, kanal yang sudah ada di wilayah industri ke laut lepas harus di perlebar dan di diperdalam,”ungkap Muhamad Ibrohim Aswadi.
(Mang Jeo-Red)***
