CILEGON, (LC)- Kerja keras dan disiplin adalah kunci untuk berproses. Dan hasil akhirnya tidak akan mengkhianati.
Itulah yang dilakukan oleh salah satu wasit Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cilegon, Agus Budiyanto.
Baca Juga :
https://langitcilegon.id/plt-sekda-cilegon-jelaskan-penyebab-banjir-yang-terjadi/
Pria kelahiran Pekalongan Jawa Tengah ditahun 1967, dan menetap di Kota Cilegon sebagai karyawan swasta tersebut mengatakan, pada tahun 2002, dirinya mulai menekuni sebagai wasit tenis meja.
“Saat itu dulu jadi wasit di Pekan Olahraga Daerah 9Porda) di Serang, kalau sekarang Porprov,”katanya, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia menuturkan, berkah jadi wasit nasional, dirinya menjalankan tugas diberbagai event. Mulai tingkat daerah sampai tingkat nasional.
“Pernah saya bertugas jadi wasit di Piala Pangkostrad. Bintang tamunya adalah Ustad Adi Hidayat. Terus pernah bertugas di Peparnas Papua tahun 2022,”ujarnya.
Selain sebagai wasit, ujar dia, dirinya menjadi pelatih bagi atlet disabilitas atau National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Cilegon.
“Jadi Pelath di NPCI Kota Cilegon. Alhamdullilah dapat medali emas tiga di Peparprov Tangerang beberapa waktu lalu. Kemudian Pepernas di Solo dapat perunggu dikelas kursi roda,”tuturnya.

Pria yang akrab dipanggil Agus Tukul, mengaku bangga. Dimana kiprahnya baik sebagai wasit maupun pelatih dapat mendidik dan membina anak asuhnya.
“Bagi saya ada sebuah kebanggan tersendiri, sebagai pelatih dapat mendidik anak asuh saya meraih prestasi. Syukur alhamdullilah, di bidang olahraga saya bisa mengenal berbagai daerah dan juga bisa foto bersama pejabat tinggi negara seperti Kejagung,”ungkapnya.
(Mang Jeo-Red)***
